Mahasiswa Universitas Indonesia Sukses Berbisnis Kuliner Aqiqah

Ternyata, untuk berbisnis di bidang kuliner tidak harus jago atau bisa masak. Inilah yang dialami Andi Nata,seorang mahasiswa jurusan teknik mesin Universitas Indonesia. Andy berhasil mengembangkan bisnis kuliner Aqiqah yang sekarang beromset ratusan juta Rupiah.

Memang sekilas terlihat bahwa bisnis di bidang kuliner dan jurusan teknik mesin tidak cocok, tetapi menurut  Andy untuk menekuni bisnis di bidang ini tidak harus jago masak sate dan gulai kambing. “Jujur, saya tidak bisa masak, apalagi mengolah masakan sate atau gulai kambing. Tapi hasil masakan saya sudah masuk ke Hotel Four Seasons dan tiga hotel bintang empat lainnya di Jakarta,” ujar Andi.

Lantas, apa yang membuat usaha yang dinamakannya Raja Aqiqah ini sukses? Resepnya adalah pencarian juru masak yang ahli. Kata Andy, memang tidak gampang untukl mendapatkan juru masak yang mau diajak bekerja sama, bahkan cukup banyak yang menolak tawaran dia. namun dia tidak putus asa. Akhirnya dia memutuskan untuk pergi ke rumah juru-juru masak dengan tujuan silaturahmi sekaligus menyampaikan keinginannya, dan setelah dua minggu dia berhasil menemukan orang yang mau menjalin kerja sama.

Adapun resep yang membuat usahanya diminati banyak orang adalah bahan bakunya. Bahan yang biasanya digunakan adalah daging kambing, tapi oleh Andy itu diganti dengan daging domba. Lebih menarik lagi, daging domba tersebut adalah daging dari domba hasil perkawinan domba Afrikan F1 dengan  domba Jawa barat. Hasilnya adalah daging yang empuk, tidak berbau amis dan non-kolesterol.

Keistimewaan daging domba yang digunakan Andy pun menjadi alasan larisnya Raja Aqiqah. Menurut Andy, rata-rata ada 100 ekor domba yang disembelih tiap bulan. Dia juga mengatakan bahwa di Jakarta saja ada sekitar 1000 Aqiqah tiap bulannya, dan hanya mengambil dua persen pasar keuntungan yang diperolehnya sudah sangat besar. Usaha ini sekarang beromset empat ratus juta Rupiah tiap bulannya.

Peluang usaha ini ditemukan Andy karena keluarganya mempunyai peternakan, dan rata-rata domba yang dibeli pelanggan digunakan untuk Aqiqah. Dari situlah kemudian timbul niat membuka usaha Raja Aqiqah ini. Tetapi karena banyaknya permintaan, peternakannya sendiri tidak bisa memadai jumlah pesanan, maka dari itu dia membina sepuluh kelompok peternak domba yang berada di Cirebon, Depok dan daerah di Jawa Barat lainnya.

Aqiqah merupakan menyembelih kambing pada hari ketujuh kelahiran seseorang anak sebagai tanda syukur bagi kaum Muslim.

Sumber: 

http://us.finance.detik.com/read/2012/02/20/104521/1846427/480/mahasiswa-ini-sukses-berbisnis-kuliner-aqiqah-beromset-ratusan-juta

About these ads

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s