Perhutani: Sistem Quarre Untuk Sadap Getah Pinus

Gondorukem, hasil olahan getah pohon pinus.

Perum Perhutani mulai merevisi cara sadap getah pohon pinus, dari cara tradisional menjadi mekanikal. Hal ini disebabkan oleh seringnya tumbangnya pohon pinus sehat akibat cara sadap getah tradisional, yaitu dengan cara membuat coakan di pohon agar getah dapat mengalir dengan jumlah yang banyak. Oleh karena itu, instansi pemerintah tersebut menerapkan sistem baru yang disebut sistem quarre.

Saat melepas ekspor perdana gondorukem ke China di Mranggen, Demak, Direktur Utama Perum Perhutani, Bambang Sukmananto mengemukakan bahwa sistem quarre merupakan sistem yang menggunakan tusukan kecil untuk membuat lubang agar getah dapat mengalir deras. Dengan ini, pohon pinus yang produktif tidak akan tumbang lagi karena terhembus angin kencang ataupun karena coakan yang terlalu dalam dan jumlahnya yang banyak.

Di Jawa Tengah, potensi gondorukem banyak dihasilkan di kawasan hutan pinus di Pekalongan Barat, Kedu Timur, Banyumas Timur dan Tegal bagian Barat. Produksi gondorukem per tahun mencapai 50.000 ton.

Getah yang dihasilkan pohon pinus diolah menjadi gondorukem melalui penyulingan. Gondorukem yang berwarna kuning dan berwujud padat ini berguna dalam produksi berbagai macam benda, antara lain plester, eyeshadow, perban gigi, tinta, cat serta timah solder.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2012/02/25/16021028/Perhutani.Perbaiki.Cara.Sadap.Getah.Pinus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s