“Gowes” Sepeda Makin Jadi Tren di Palangkaraya

Penggunaan sepeda sebagai sarana transportasi di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, semakin menjadi tren. Selain jumlah anggota komunitas penggowes semakin banyak, pengendara sepeda juga kian sering terlihat di tempat-tempat keramaian.

Ketua Bike To Work (B2W) Palangkaraya, Noriko Yunanto, di Palangkaraya, Selasa (17/4/2012) ini, mengatakan, tren bersepeda mulai marak tahun 2010.

Di pusat Kota Palangkaraya, yakni Bundaran Besar, banyak warga berkumpul dengan waktu yang paling disukai yaitu pagi, sore, serta hari bebas kendaraan setiap Minggu.

“Sebelum tahun 2010, hampir tidak terlihat sepeda di Bundaran Besar. Kalau pun ada, bisa dihitung dengan jari,” tuturnya.

Sekarang, puluhan sepeda berlalu lalang saat terlihat kerumunan warga. Penggunaan pengaman seperti helm, pelindung lutut, dan sarung tangan juga sudah tak asing.

“Dulu, masyarakat masih melihat dengan aneh kalau pengemudi sepeda pakai pengaman lengkap. Perkembangannya sekarang sangat pesat. Bermacam sepeda bermunculan,” kata Noriko.

Beragam jenis sepeda mulai balap modern, fixie, lipat, tandem, hingga kumbang hilir mudik di jalan-jalan Palangkaraya.

“Saya senang, masyarakat sangat antusias menggunakan sepeda. Apapun jenis sepedanya, B2W mendukung. Itu komunitas bersepeda, tidak mementingkan jenis dan merknya,” ujarnya.

Indikasi kian digemarinya hobi bersepeda juga ditunjukkan dengan anggota B2W Palangkaraya yang semakin banyak. Komunitas itu dibentuk pada Mei 2011 yang dihadiri Wali Kota Palangkaraya, Riban Satia. Saat itu, jumlah anggota B2W Palangkaraya hanya sekitar 15 orang.

Itu pun terdiri dari teman dekat dan keluarga. Sekarang, jumlah anggota B2W Palangkaraya sudah sekitar 90 orang. Semakin banyak masyarakat yang menggunakan sepeda, karena ke sadaran untuk mengurangi polusi dan menjaga kesehatan kian tinggi.

“Tak hanya lingkungan, hobi, dan kesehatan. Bersepeda sekarang juga sudah menjadi gaya hidup. Apalagi, Palangkaraya masih nyaman karena tak ada kemacetan,” ujar Noriko.

Menurut Noriko, B2W Palangkaraya menjadi semacam payung besar untuk kelompok-kelompok kecil dibawahnya.

Ada bike to campusbike to school, dan bermacam kelompok lain. Kami berupaya merangkul semua. Semakin banyak yang bergabung, kami lebih senang, kata Noriko. Terkait itu, kata work dalam B2W tidak diartikan kaku sebagai bekerja melainkan beraktivitas.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2012/04/17/23354659/.Gowes.Sepeda.Makin.Jadi.Tren.di.Palangkaraya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s