Promosi Produk “Seafood” Indonesia di Eropa

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo.

Indonesia menargetkan peningkatan pasar produk perikanan ke Uni Eropa melalui ajang Pameran Seafood International “European Seafood Exposition (ESE)”, di Belgia, tanggal 24-26 April 2012. 

Pameran seafood terbesar di dunia yang diselenggarakan secara rutin setiap tahun itu memasuki tahun ke-20. Pameran diikuti oleh 1.600 pelaku usaha, baik pembeli maupun penjual produk perikanan, dari 140 negara.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif Cicip Sutardjo, dalam siaran pers, Senin (23/4/2012), mengemukakan, ajang itu memberi kesempatan pelaku usaha Indonesia dalam memasarkan, memperkenalkan dan mengembangkan produk di pasar internasional, khususnya di Uni Eropa.

Perusahaan yang telah memiliki jaringan pasar di Eropa juga dapat memanfaatkan pameran untuk menjaga hubungan dan komunikasi dengan pembeli asing.

“Pameran ini merupakan sarana paling efektif di dunia untuk melakukan kegiatan kontak dagang antar penjual dan pembeli,” kata Cicip, yang hadir dalam pameran tersebut. Uni Eropa (UE) merupakan pasar tujuan ekspor utama ketiga setelah Amerika Serikat dan Jepang dengan pangsa sekitar 13 persen.

Ekspor produk perikanan Indonesia ke Uni Eropa terus meningkat dalam tiga tahun terakhir. Nilai ekspor produk perikanan tahun 2009 tercatat 293,35 juta dolar AS, naik menjadi 330,68 juta dolar AS pada tahun 2010 dan naik lagi menjadi 460 juta dolar AS di tahun 2011. Total nilai ekspor produk perikanan Indonesia tahun 2011 mencapai 3,52 miliar dollar AS.

Menurut Cicip, UE menerapkan persyaratan pasar yang sangat ketat khususnya terkait keamanan pangan dan keberlanjutan produksi. Namun, persyaratan ketat masih sangat atraktif bagi para pengusaha. 

Indonesia mulai rutin berpartisipasi dalam ESE sejak tahun 2004. Tahun 2011, partisipasi Indonesia pada ESE menghasilkan transaksi sekitar Rp 275 miliar, meningkat 205 persen dibandingkan tahun 2010 sebesar Rp 89,9 miliar.

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) kembali bekerja sama dengan CBI- Ministry of Foreign Affairs, The Royal Netherlands untuk mengadakan “Pavilion Indonesia Bersama” pada ESE yang berlokasi di Hall 11 dengan total luas 190 meter persegi (m2).

Pavilion ini diisi oleh 14 perusahaan di antaranya, PT Rex Canning, Lautan Bahari Sejahtera, Wirontono Baru, Tuna Permata Rezeki, Multi Monodon Indonesia, Artha Mina Tama, Bonecom, Pacific Harvest, Dharma Samudra Fishing Industry.

Produk-produk hasil perikanan yang dipamerkan antara lain, frozen (tuna, udang, marlin, snapper, grouper, mahi-mahi), canned (sardines, tuna, mackerel, crabmeat, shrimps, snails and baby clams),fishmeal, oilfish dan value added products.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/04/23/18271629/Promosi.Produk.Seafood.Indonesia.di.Eropa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s