Sarapan di Warung Terapung Sambil Bergoyang-goyang

Pasar terapung di Sungai Barito, Banjarmasin, Kalimantan Selatan.

Ingin sarapan pagi makan kue-kue basah sambil naik perahu klotok bergoyang-goyang di atas sungai? Kalau Anda sedang di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, datangah ke pasar terapung di Sungai Barito. Melihat transaksi pedagang dan pembeli di pasar terapung harus datang pagi hari, pas matahari terbit sekitar pukul 05.30 sampai pukul 08.00 WITA. Karena agak siang sedikit tempat lokasi ini sudah sepi.

Tepatnya lokasi di Muara Sungai Kuin Banjarmasin. Dari kota Banjarmasin ke Muara Kuin perlu waktu sekitar setengah jam naik mobil. Di dermaga Muara Kuin sudah banyak perahu klotok atau jukung (dalam bahasa Banjar) yang menunggu pengunjung untuk melihat aktivitas pasar terapung. Setiap hotel di Banjarmasin menawarkan paket ke pasar terapung dengan biaya Rp 200.000 per orang termasuk mobil dan sewa perahu dari hotel.

Tapi kalau kita berangkat sendiri, harga sewa naik perahu klotok  sekitar Rp 100.000 bisa menampung 10 orang. Kalau ada teman agak murah bisa patungan bayarnya. Dari derrmaga  sekitar 20 menit kami naik perahu klotok menyusuri Sungai Barito barulah sampai di Muara Kuin, lokasi berkumpulnya pedagang pasar terapung bertransaksi.

Sepanjang perjalanan bisa melihat aktivitas warga mandi dan mencuci di sepanjang pinggiran sungai. Masyarakat sengaja membuat dermaga sederhana dari kayu dan lantai bahan seng di belakang rumahnya di sepanjang sungai untuk akvitas mandi dan cuci.

Sesampainya di pusat pasar terapung di Muara Kuin akan terlihat aktivitas warga berjualan menawarkan dagangannya dengan mendekatkan perahunya kepada kepada perahu wisatawan.

Aneka buah, sayur dan makanan dijual di antara perahu-perahu yang pedagangnya kebanyakan ibu-ibu. Mereka  sangat lihai mendayung perahunya dan bergerak lincah menyalip diantara perahu-perahu kecil untuk mendekati perahu kami.

Karena belum sarapan sewaktu berangkat dari hotel, perahu kami minta merapat ke perahu warung terapung yang menjual aneka kue dan minuman. Meskipun berbentuk perahu, warung terapung tak ubahnya seperti warung lainnya. Kue-kue diatur per jenis di piring dan ditata di meja. Ada rak piring dan dapur. Namun karena atap perahunya rendah, pembeli harus duduk.

Inilah uniknya, ternyata cara ambil kue harus memakai tongkat bambu atau kail yang ujungnya ada kawat runcing untuk menusuk kue yang akan kita beli. Tidak memungkinkan pembeli dan pedagang antar perahu mengambil kuenya dengan tangan karena jaraknya lebih dua meter.

Sambil minum teh panas dan makan kue-kue khas Banjar seperti kue kucur, donat,  pisang goreng, naga sari, dan aneka kue lainnya  kami menikmati suasana pasar terapung.

Pagi itu ada empat perahu yang merapat di  perahu warung terapung penjual kue-kue untuksarapan. Sesekali kami berfoto ria diibarengi perahu yang sering oleng dan bergoyang-goyang dimainkan gelombang Sungai Barito. Jangan lupa, kalau mau minum teh, gelasnya harus benar-benar dipegang erat supaya minumannya tidak tumpah. (Asita DK Suryanto, asita@djojokoesoemo.com)

Sumber: http://travel.kompas.com/read/2012/04/17/12581610/Sarapan.di.Warung.Terapung.Sambil.Bergoyang-goyang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s