Kaligrafi dari Pelepah Pisang Tembus Mancanegara

Kerajinan kaligrafi dari pelepah pisang yang dibuat Rahmat Sadeli, perajin asal Kelurahan Tugu, Kecamatan Baros, Kota Sukabumi, telah menembus pasar mancanegara seperti Pakistan.

“Setiap bulan, minimal saya mengirim lima kaligrafi pelepah pisang ke Pakistan. Bahkan untuk bulan ini saya harus menyelesaikan pesanan lainnya dari Pakistan,” katanya di Sukabumi, Jumat (4/5/2012).

Usaha kecil menengah (UKM) kerajinan tangan yang dibangun Rahmat sejak 1994 itu, kini sudah memiliki pelanggan tetap dari Pakistan. Biasanya pembeli dari luar negeri tersebut memesan kaligrafi dari pelepah pisang ini dalam bentuk lukisan.

Sebelum menggeluti usahanya ini, Rahmat berprofesi sebagai kondektur bus. Selama menjadi kondektur bus dia kerap diminta untuk mendesain logo, dan membuat gambar artistik di badan bus. Dari situlah ide membuat kaligrafi dari pelepah pisang kering muncul.

Menurut dia, awalnya hanya membuat beberapa buah saja, tetapi lama kelamaan karyanya tersebut banyak diminati dan diterima warga. Selama 18 tahun berkarya, lukisan pelepah pisang Rahmat sudah diakui banyak pihak.

Bahkan, hasil karyanya tersebut sangat diminati oleh para wisatawan asing, dan banyak dijadikan oleh-oleh (buah tangan) khas dari Kota Sukabumi. 

“Lukisan kaligrafi dari pelepah pisang ini pernah saya kirim ke Mesir, Australia, Pakistan, dan negara Timur Tengah lainnya, karena permintaan dari negara itu cukup tinggi,” tambah Rahmat.

Rahmat bisa membuat kaligrafi tersebut hanya dengan belajar secara otodidak. Semua orang juga pasti bisa membuat karya sepertinya, asalkan dia sabar dan teliti dalam membuat lukisan pelepah pisang.

Proses pembuatan kaligrafi lukisan dari pelepah pisang ini cukup sederhana dan bahan bakunya pun mudah ditemukan dan murah, seperti pelepah pisang, kayu tripleks, lem, dan pernis.

“Satu kerajinan bisa selesai dalam tiga hari sampai 15 hari, sesuai dengan tingkat kesulitannya. Kerajinan ini bisa dipesan sesuai permintaan, semisal lukisan pemandangan maupun binatang, bentuk kaligrafi, dan warna yang dihasilkan agar menjadi suatu lukisan alami dari warna pelepah pisang,” kata Rahmat.

Untuk satu hasil kerajinannya tersebut, Rahmat menghargai mulai Rp 25 ribu sampai Rp 1,5 juta. Namun diakuinya, untuk mengembangkan UKM nya ini dirinya masih terhambat minimnya modal. “Selama ini saya belum pernah mendapatkan bantuan permodalan untuk mengembangkan usaha saya ini,” tambahnya.

Sumber: Antara

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2012/05/04/23203327/Kaligrafi.dari.Pelepah.Pisang.Tembus.Mancanegara

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s