Pasar Lukisan Semakin Bergairah

Balai Pemuda Surabaya

Kegiatan Pasar Seni Lukis Indonesia yang digelar setiap tahun di Surabaya, Jawa Timur, kini semakin bergairah. Pelukis yang ingin berpartisipasi dan nilai transaksi terus meningkat setiap tahun.

“Daya beli masyarakat terus menguat dan yang terpenting kualitas lukisan juga semakin baik,” kata Ketua Penyelenggara Pasar Seni Lukis Indonesia 2012 M Anis, usai pembukaan acara itu, Jumat (4/5/2012) di Surabaya. Acara yang akan berlangsung hingga 14 Mei 2012 itu dibuka Menteri Badan Usaha Milik Negara Dahlan Iskan.

Pasar seni lukis ini sudah lima kali diadakan sejak tahun 2008 di pelataran gedung Balai Pemuda Surabaya. Tahun ini ada sebanyak 300 pelukis yang menempati 157 stan. Setidaknya sekitar 6.000 lukisan berbagai aliran yang dijual mulai dari harga Rp 250.000 hingga lebih Rp 20 juta per buah.

Anis mengatakan, jumlah pelukis yang ingin berpartisipasi lebih dari 300 orang, tetapi tidak tertampung semua karena keterbatasan tempat. Para pelukis itu datang dari berbagai daerah seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Jakarta, dan Bandung.

“Tahun lalu jumlah pelukis mencapai 320 orang. Tahun ini berkurang, karena sebagian arena pasar lukisan di Balai Pemuda terbakar sehingga jumlah stan juga terbatas,” kata Anis.

Menurut Anis, nilai transaksi pada tahun 2010 mencapai Rp 1,7 miliar dan pada tahun 2011 meningkat menjadi Rp 1,9 miliar. “Saat ini saya optimistis nilai transaksi bisa menembus Rp 3 miliar,” ujarnya.

Pasar seni lukis ini digelar dengan tujuan utama sebagai wadah bagi para pelukis untuk menjual karyanya. Anis menekankan bahwa panitia tidak mengambil komisi dari setiap penjualan. Dengan konsistensi acara ini setiap tahun, kolektor lukisan yang datang diharapkan juga semakin banyak.

Dahlan Iskan mengatakan, keberadaan pasar seni lukis ini sangat positif untuk memacu kreativitas para pelukis di Tanah Air. “Sejak empat tahun terakhir lukisan Indonesia mulai naik daun di bursa lukisan internasional,” katanya.

Pelukis asal Semarang, Tejo Konte mengatakan pasar seni lukis ini tidak hanya menjadi ajang berjualan lukisan, tetapi menjadi tempat untuk berbagi ilmu antarpelukis. “Di sini kesempatan kami untuk saling bertemu,” ujarnya.

Dahlan menandai pembukaan acara itu dengan menorehkan tulisan berlafalkan “Allah” di atas kanvas. Tejo Konte ditunjuk untuk meneruskan tulisan itu menjadi sebuah karya lukisan abstrak.

Sumber: http://regional.kompas.com/read/2012/05/04/19395517/Pasar.Lukisan.Semakin.Bergairah

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s