Industri Incar Lulusan SMKN 1 Cibinong

Instruktur mengecek hasil kerja siswa program keahlian permesinan SMKN 1 Cibinong yang membuat komponen-komponen pesanan industri. Proses produksi langsung dikerjakan siswa untuk mengasah kompetensi mereka.

Pesanan dari banyak perusahaan mengalir ke SMKN 1 Cibinong, Kabupaten Bogor. Di antaranya pesanan membuat beragam komponen mikroskop hingga otomotif. Para siswa dilibatkan memproduksi sekaligus mengasah kompetensi berstandar industri.

Kepercayaan beberapa perusahaan dengan menyerahkan produksi berbagai komponen industri ini membuat praktik siswa teknik permesinan di SMKN 1 Cibinong menggeliat. Bahan-bahan praktik siswa dipenuhi industri. Peralatan praktik, seperti mesin bubut, pun produktif.

”Siswa harus mampu mengerjakan sesuai standar industri. Permintaan berbagai perusahaan supaya produksi dikerjakan sekolah menunjukkan siswa mampu memenuhi standar industri,” kata Puji Cahyono, Kepala Kompetensi Teknik Permesinan.

Saat ini, 50 unit sarang zoom mikroskop multimedia yang terdiri atas lima komponen sudah dipesan. Kerja sama ini nantinya dilanjutkan untuk memenuhi belasan ribu mikroskop yang bakal disalurkan ke SMP dan SMA di berbagai daerah di Indonesia.

Sekolah juga mengembangkan pembuatan mesin pencacah daun berukuran kecil. Kapasitas mesin pencacah listrik ini hingga 100 kilogram. Ada yang besar kapasitasnya mencapai 700 kilogram.

Sekolah berencana menawarkan produk pencacah sampah buatan siswa itu kepada RT dan RW untuk mengatasi masalah sampah warga. Harga sekitar Rp 4 juta.

Pada waktu dekat, SMKN 1 Cibinong juga bakal digandeng PT Kawan Lama Sejahtera, penyedia alat-alat industri. Zaenal Abidin, Kepala SMKN 1 Cibinong, mengatakan, perusahaan ini akan memercayakan produksi beberapa komponen kepada sekolah. Di sekolah akan dibuat pabrik kecil.

”Penguatan teaching factory memang harus menjadi bagian penting di SMK. Kami coba kembangkan supaya semua program keahlian bisa menghasilkan produksi yang dipakai industri,” kata Zaenal.

Pada pengembangan pabrik sekaligus tempat belajar di SMKN 1 Cibinong, sekolah menyediakan beberapa ruangan di bagian depan sekolah untuk unit bisnis. Sekolah membuka bengkel mobil dan sepeda motor serta penjualan aksesori kendaraan untuk mewadahi potensi di jurusan otomotif. Untuk jurusan terkait teknik komunikasi dan informatika (multimedia, rekayasa perangkat lunak, dan teknik komputer jaringan), sekolah mengembangkan Yayasan TIK.

Pada bidang TIK, sekolah ini juga sering menggelar pelatihan penggunaan komputer, pemasangan internet, pembuatan desain web, serta produksi materi belajar secara multimedia dan pembuatan profil sekolah/lembaga.

Sertifikat internasional

Pengakuan kompetensi lulusan SMKN 1 Cibinong secara internasional juga dikejar. Itu untuk membekali alumni yang siap terjun di dunia kerja, baik di dalam maupun luar negeri. Hingga kini memang baru empat dari delapan program keahlian yang membekali lulusan dengan sertifikat internasional.

Oleh karena diakui internasional, lulusan di bidang otomotif serta teknik komunikasi dan informatika dari sekolah ini laris manis diburu industri di dalam negeri. Ini sangat membanggakan

Menurut Zaenal, sebagai sekolah berstatus rintisan sekolah bertaraf internasional, keunggulan sekolah ini dibuktikan siswa dengan mampu meraih sertifikasi internasional. Dengan pengakuan ini, kompetensi lulusan dari SMK diakui setara dengan negara-negara lain. ”Dengan bekal sertifikat internasional, peluang lulusan bekerja sebenarnya terbuka lebar dan bersaing,” katanya.

Pada bidang otomotif dengan program keahlian teknik kendaraan ringan, sekolah ini membekali lulusan dengan sertifikat internasional yang dikeluarkan Institute of Motor Industry (IMI) di Inggris. Sekolah ini ditetapkan sebagai tempat pengujian untuk mendapatkan sertifikat dari IMI dari tahun 2012-2014.

“Setiap enam bulan, pihak dari IMI Inggris mengaudit proses sertifikasi yang dilakukan di sekolah. Pokoknya, harus sesuai dengan standar mereka,” kata Dadan Supriatno, Kepala Kompetensi Keahlian Teknik Kendaraan Ringan.

Pihak IMI memberi kewenangan itu karena sekolah sudah memiliki tiga asesor yang merupakan guru otomotif. Berdasarkan informasi IMI, SMKN 1 Cibinong perwakilan pertama yang diberi ijin mengadakan ujian untuk sertifikasi IMI.

Sertifikasi ini memberi pengakuan kompetensi di bidang mekanik dan pemeliharaan yang telah dipelajari siswa selama tiga tahun di sekolah.

Sebenarnya, lanjut Dadan, permintaan tenaga kerja di bidang otomotif di luar negeri sudah datang dari Malaysia. Namun, siswa memilih bekerja di dalam negeri.

Pada jurusan otomotif, sekolah ini juga diikutkan dalam program Toyota Technical Education Program (T-TEP). Program Toyota ini memberi bantuan untuk peningkatan kompetensi guru praktik dan bahan ajar. Dari kerja sama ini, ada juga siswa yang direkrut untuk bekerja di perusahaan Toyota.

Sekolah ini pun diikutkan dalam program pintar bersama Daihatsu. Program ini membekali siswa dengan kemampuan versi Daihatsu.

Sekolah juga bekerja sama dengan B One Corp (PT Satu Visi Indocreative) sebagai pemegang lisensi untuk mengeluarkan sertifikat dari lembaga swasta di Amerika Serikat, Certiport. Lembaga ini memberi sertifikasi yang diakui di 100 negara untuk kompetensi penggunaan produk piranti lunak dari Microsoft, Adobe, dan Autodesk.

Pada tingkat lokal, keunggulan SMKN 1 Cibinong dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bogor untuk membuat kerja sama bidang pendidikan dengan China. Sebelumnya, sekolah ini juga berhasil bekerja sama dengan kampus di Thailand.

Sumber: http://edukasi.kompas.com/read/2012/05/05/1123518/Industri.Incar.Lulusan.SMKN.1.Cibinong

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s