Menjodohkan Seni dan Bisnis

TERLAHIR dari keluarga pecinta seni membuat Rina Ciputra Sastrawinata begitu mencintai kesenian. Selama bertahun-tahun Rina pun menunjukkan komitmen dalam mempromosikan seniman Tanah Air baik di negeri sendiri maupun di kancah internasional. Semangatnya untuk membangun dan memperkenalkan seni Indonesia ke mata dunia bukan isapan jempol belaka.

Tanggal 31 Mei 2012 menjadi momen spesial bagi Rina. Malam itu Rina mampu mengharumkan nama Indonesia di mata dunia. Di Kedutaan Besar Italia, Senopati, Jakarta Selatan, Wanita berusia 57 tahun itu dengan bangga menerima penghargaan Ordine Della de Italia dari pemerintah Italia yang langsung diserahkan Duta Besar Italia untuk Indonesia Federico Failla.

Penghargaan yang diterimanya bertepatan dengan hari ulang tahun negara Italia. Hal itu bukan tanpa alasan. Rina Ciputra dinilai telah berjasa dalam mempererat hubungan Indonesia-Italia dalam bidang kesenian.

Ibu empat orang anak tersebut memang sejak lama menunjukkan komitmennya dalam mendekatkan kedua negara.

Tak tanggung-tanggung, lewat undangan resmi pemerintah Italia, Rina memboyong 15 orang seniman kenamaan Tanah Air ke sana, antara lain Agus Suwage, FX Harsono, Yuli Praytno, Melati Suryodarmo, Mella Jaarsma, Heri Dono, Made Wianta, Eko Nugroho, Entang Wiharso, Ugo Untoro, Titarubi, Astari Rasyid, Arya Pandjalu, S Teddy Darmawan, dan Budi Kustarto. Kesemuanya dipilih langsung oleh Dominique Lora, kurator terkenal dari Italia.

Belasan seniman itu berkesempatan menunjukkan karya seni mereka pada pameran seni bertajuk Beyond the East di Museum Seni Kontemporer Roma (MACRO), Italia. Publik Italia dapat melihat langsung karya lukis dan patung dari November 2011 hingga Januari 2012. Langkah itulah yang akhirnya membawa Rina meraih penghargaan dari pemerintah Italia.

Hal tersebut tentu menjadi terobosan tersendiri, sebab sebelumnya pernah ada seniman yang pernah memamerkan karya di Italia seperti Entang Wiharso dan Agus Suwage, tetapi dibawa oleh galeri.

“Ini merupakan gebrakan baru, mampu menembuskan para seniman Indonesia untuk pameran ke museum besar tersebut,” ungkap Rina kepada Media Indonesia.

Artpreneur

Rina dikenal sebagai pionir Artpreneur Centre Ciputra, sebuah ruang seni yang terdiri dari ruang pameran, auditorium, ruang diskusi kamar, serta fasilitas lainnya yang menggabungkan dunia seni dan bisnis. 

Ide tersebut diprakarsai Ciputra, ayahanda tercintanya, di 2005. Ciputra sendiri dikenal sebagai pengusaha yang mencintai seni dan memiliki banyak koleksi karya seniman Tanah Air, salah satunya Hendra Gunawan. 

Tujuan utama Rina ialah mengembangkan dunia seni Indonesia dengan menggabungkannya dengan bisnis. “Setiap orang bisa mengembangkan karier di bidang apa pun dan berpikir entrepreneur. Ini merupakan bentuk penggabungan antara seni dan preneur,” ungkap wanita yang duduk menjadi Presiden Direktur Artpreneur Centre Ciputra itu. 

Rina pun memprakarsai berbagai pameran seni dengan menghadirkan para seniman dunia ke Indonesia Salah satunya, April 2008, pameran seniman lukis asal Italia Fillippo Sciascia dan Roberto Coda Zabetta. Tak hanya pertukaran karya seni antara Indonesia dan Italia. Rina juga banyak memberikan kesempatan kepada para seniman Indonesia untuk tampil di negeri sendiri. 

Lewat Artpreneur Centre, Rina menggelar sejumlah pameran seni seperti pameran Space & Image yang menghadirkan 83 seniman kontemporer Indonesia dan 1.001 Doors: Reinterpreting Tradition yang diisi 101 seniman lukis, arsitek, desainer produk, desainer perhiasan, dan seniman bidang lainnya. Tidak ketinggalan, Beyond Photo yang memamerkan 77 hasil karya para fotografer profesional Tanah Air dan beragam pameran lainnya. Ia pun memberikan beasiswa pendidikan kepada beberapa seniman muda berbakat Indonesia, salah satunya Mufi Mubaroh. 

Membantu pameran

Rina juga bekerja sama dengan Bandung Contemporary Art dalam mengembangkan artis-artis muda, membuat acara, dan menyediakan tempat pameran. Indonesia, menurut dia, memiliki banyak seniman berbakat dan perkembangan dunia seni berkembang sangat pesat. Namun, Rina menambahkan, seniman akan sulit terkenal jika hanya mengandalkan pameran yang diupayakan sendiri. 

“Indonesia memiliki banyak seniman yang sangat berbakat. Mereka butuh kesempatan untuk diekspos. Para seniman pun harus memiliki karakter dan mempertahankan keunikan mereka sendiri agar beda dengan seniman lainnya,” kata dia. 

Rina kian serius mengembangkan dunia seni Indonesia. Menurut rencana, Juni 2013 Rina akan membuka lokasi permanen Artpreneur Centre Ciputra bertempat di Ciputra World, Jakarta. Lokasi ini diharapkan menjadi inkubator artpreneur di Indonesia. Pengembangan intelektualitas dan pemberdayaan diharapkan bisa berkontribusi pada peningkatan standar nasional dan kesejahteraan, khususnya di bidang seni. “Semoga apa yang saya lakukan dapat membantu perkembangan seni di Indonesia. Artis luar pun dapat tertarik berpameran di Indonesia. Begitu pula terbuka kesempatan seniman Indonesia untuk ke kancah internasional. Masyarakat dunia pun tertarik membeli karya seniman Tanah Air dan asing di Indonesia, tak perlu lari ke Hong Kong, Singapura, dan lainnya,” tutupnya. (M-2) 

Sumber: http://www.mediaindonesia.com/read/2012/06/11/325412/270/115/Menjodohkan-Seni-dan-Bisnis

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s