Michael Widjaja Menggelorakan Properti Hijau

Saat diangkat menjadi Group Chief Executive Officer Sinar Mas Land, banyak kalangan yang bertanya-tanya, seperti apa kemampuan Michael Widjaja memimpin perusahaan raksasa properti ini? Apakah anak muda bisa membuat bisnis Sinar Mas lebih berkilau?

Jawabannya ditemukan beberapa waktu kemudian. Bumi Serpong Damai, sekadar menyebut satu usaha yang ditangani Michael, acap mendapat penghargaan dari lembaga properti dunia. Selain itu, ia juga mengajak semua anggota stafnya mulai mengembangkan green district, keberpihakan pada lingkungan hidup.

Untuk memenuhi asa ini, Michael menggerakkan seluruh potensi dan tiada henti mengajak para stafnya mencintai lingkungan setulus-tulusnya. Mencintai bukan karena disuruh atasan, melainkan lahir dari kecintaan pada lingkungan hidup.

Para pemain dan pemerhati properti kemudian paham bahwa Michael punya kapasitas spesifik, yakni mengembangkan isu strategis terarah. Lingkungan memang bukan isu baru. Namun, cara ia mewujudkan ide pelestarian lingkungan sangat atraktif. Anak muda yang lahir pada 9 Juli 1984 ini rela mengucurkan dana ekstra untuk merealisasikan green district.

Berikut petikan wawancara dengan Michael Widjaja di Jakarta, pekan lalu.

Mengapa lingkungan? Biar segera dapat perhatian publik?

Pilihan pada isu lingkungan bukan karena latah, melainkan karena ingin Sinar Mas Land ambil bagian dalam ikhtiar melestarikan lingkungan. Keinginan semua perusahaan properti kami menjadi pelopor mengembangkan bangunan prolingkungan, fasilitas publik bernapaskan lingkungan.

Ini kami lakukan dalam gerakan besar, berkelanjutan, dan dalam ritme sama. Kami lega pengakuan kepada kami terus mengalir, di antaranya Best Office Development di Kuala Lumpur (2011). Lalu di Hongkong, finalis untuk Sinar Mas Land Plaza di BSD City dan kampus ITSB di Kota Deltamas.

Gerakan terkini, membangun green district seluas 25 hektar. Di sini dibangun sebelas gedung dengan tinggi 5-6 lantai. Semua dikemas dalam konsep sangat ramah lingkungan. Ini pun sudah dapat penghargaan internasional di Singapura.

Melahirkan proyek ramah lingkungan bukan perkara gampang. Itu tak semata pada besarnya anggaran, tetapi komitmen para anggota staf di lapangan. Mereka diminta menghayati dan mencintai pekerjaannya. Dengan begitu, muncul tekad menghasilkan karya terbaik.

Seperti apa bangunan ramah lingkungan yang dimaksud?

Coba lihat bangunan di Sinar Mas Land Plaza di BSD City. Lobi mencakup separuh bangunan, tidak pakai AC, mengandalkan embusan angin alam. Bangunan lobi dibuat tinggi dan beberapa bagian terbuka.

Kemudian, hampir semua bahan yang kami gunakan lahir dari proses ramah lingkungan. Misalnya, kayu dan papan adalah papan ramah lingkungan. Lantai dan kaca dari proses ramah lingkungan. Lalu, konstruksi jendela diatur agar angin leluasa menyelusup. Ribuan pohon ditanam, dibiarkan tumbuh subur, untuk menemani kehidupan manusia yang damai.

Keberpihakan pada lingkungan ini tidak saja tampak pada gedung perkantoran, tetapi juga rumah dan sekolah. Kelak gedung-gedung atau perkantoran akan menyatu dalam satu jaringan yang menawan. Kami ingin gedung-gedung perkantoran sambung-menyambung tanpa sekat. Kami tak ingin model di Jalan Sudirman dan Thamrin yang sebelah-menyebelah, tetapi dipisahkan dinding. Alangkah baiknya kalau semua gedung menyatu, tidak lokalistik. Kota-kota di Amerika Serikat, Eropa, dan Jepang, sekat halaman dibuang dan publik bisa berjalan dengan sangat leluasa. Halaman kantor digunakan untuk memaksimalkan areal pedestrian.

Ruko tidak ramah lingkungan, dan amat banyak di BSD?

Ramah atau tak ramah lingkungan tergantung dari kita bagaimana mendesain dan membangunnya. Kini, semua ruko yang hendak dibangun kami bahas bersama-sama secara serius. Kami tidak asal bangun kendati permintaannya luar biasa. Bayangkan, berapa pun harga yang disodorkan langsung laku.

Apa boleh buat, ruko itu dijual lebih mahal. Kami optimistis, penampilan ruko-ruko dengan gaya baru akan lebih atraktif dan lebih hijau. Air hujan dialirkan ke dalam tanah, tidak ke got dan laut.

Kami akan menata lalu lintas. Infrastruktur kami perbaiki, angkutan umum ditata agar tak terjadi kemacetan parah. Kemacetan menguras energi, mengisap bahan bakar. Ini mesti ditata agar mimpi melahirkan BSD sebagai “a green city” terwujud.

Soal lingkungan, tidak bentrok dengan staf finansial?

Disadari, kadang kala lompatan terlalu maju tidak masuk dalam kalkulasi bisnis. Jika sudah begini, harus mengompromikan mimpi dengan realitas. Bagaimanapun mesti ada kalkulasi bisnis yang terkontrol. Kita hendak melestarikan lingkungan, mestinya termasuk melestarikan perusahaan. Kalau perusahaan yang berkomitmen lingkungan tetap lestari, lingkungan hidup pun akan tetap lestari.

Siapa guru dalam properti?

Ayah, Pak Mukhtar Widjaja. Ayah dibantu kakek (Eka Tjipta Widjaja) dan teman-temannya melahirkan Sinar Mas Land. Ayah keras, tetapi yang dikagumi, ia dapat membungkusnya dengan kasih sayang. Bertahun- tahun, ia mengajari konsistensi sikap, ketepatan waktu, cara mengambil kebijakan, cara melihat persoalan, dan melahirkan gagasan bernas. Belajar properti juga dari para senior Sinar Mas Land.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/06/25/0919240/Michael.Widjaja.Menggelorakan.Properti.Hijau

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s