Fokus UKM, Bank Ekonomi Raup Laba Rp 122,2 Miliar

JAKARTA, KOMPAS.com – PT Bank Ekonomi Raharja Tbk (BAEK) mendapatkan laba sebelum pajak pada kuartal I-2012 sebesar Rp 122,2 miliar, naik 53 persen dibanding periode yang sama tahun lalu Rp 79,6 miliar. Kenaikan ditopang oleh pendapatan operasional dan pemulihan kerugian dari penurunan nilai kredit. 

Direktur Manajemen Risiko Bank Ekonomi Endy Abdurrahman menjelaskan, laba juga ditopang oleh penjualan aset yang diperoleh dari penyelesaian kredit bermasalah sebesar Rp 39,6 miliar. 

“Namun marjin bunga bersih selama tiga bulan pertama di 2012 menurun 3 persen atau Rp 6 miliar disebabkan penurunan marjin bunga bersih sebagai akibat dari penurunan tingkat suku bunga pinjaman di pasar,” kata Endy di kantornya Kuningan Jakarta, Jumat (10/8/2012). 

Sementara pendapatan non bunga naik 170 persen (ytd) menjadi Rp 82,8 miliar. Kenaikan disebabkan laba atas penjualan aset dari kredit bermasalah. 

Beban operasional naik 17 persen (yoy) menjadi Rp 194,6 miliar. Endy menganggap bahwa kenaikan beban operasional ini disebabkan karena beban karyawan, beban umum dan beban administrasi masing-masing sebesar Rp 25,8 miliar dan Rp 2 miliar. 

Total aset menurun sebesar 4 persen menjadi Rp 1,076 triliun. Penurunan disebabkan adanya penurunan dalam efek-efek untuk tujuan investasi sebesar Rp 1,0148 triliun. 

Sementara dana pihak ketiga (DPK) perseroan turun Rp 355 miliar menjadi hanya Rp 19,7 miliar. Penurunan ini disebabkan karena perseroan ingin menyeimbangkan antara dana mahal dan dana murahnya. 

“Kami akan menjaga komposisi dana murah dan dana mahal sekitar 60:40 persen. Di semester I ini DPK sudah naik 20 persen,” jelasnya. 

Sementara kreditnya di semester I-2012 ini naik 20 persen. Kenaikan ini ditopang oleh fokus kredit perseroan di segmen UKM (sekitar 65 persen dari total kredit perseroan). Kredit yang diberikan maksimal Rp 1 miliar. 

“Kami akan menjaga kenaikan kredit sampai akhir tahun sebesar 15 persen,” tambahnya. 

Meski bermain di segmen UKM, Endy menjelaskan tidak khawatir rasio kredit bermasalahnya membengkak. Saat ini rasio NPL gross-nya mencapai 0,5 persen, menurun dibanding tahun lalu 0,75 persen. Penurunan ini disebabkan karena perseroan menyalurkan kredit secara hati-hati. 

Tahun ini, Bank Ekonomi akan menambah cabang baru sebanyak 10 unit. Saat ini sudah dibuka 3 kantor cabang baru yaitu Jambi, Bekasi dan Sragen. Rencana kantor cabang baru lainnya ada di Pati, Purwokerto, Mangga Dua dan Pantai Indah Kapuk. 

Sementara itu, perseroan juga merelokasi 15 kantor cabang. Ada 6 kantor cabang yang sudah direlokasi antara lain Bandung dan Surabaya.

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2012/08/11/12005251/Fokus.UKM.Bank.Ekonomi.Raup.Laba.Rp.122.2.Miliar.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s