FAO Minati Kawasan Rumah Pangan Lestari

Jakarta (ANTARA News) – Organisasi pangan dan pertanian dunia (FAO) menyatakan minatnya untuk mengadopsi program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) yang dikembangkan Kementerian Pertanian, kata Menteri Pertanian, Suswono.

Saat berada di Bogor, Kamis, ia menyatakan, KRPL merupakan kegiatan yang mendorong warga untuk mengembangkan tanaman pangan maupun peternakan dan perikanan skala kecil dengan memanfaatkan lahan pekarangan rumah.

“FAO meminta ini agar difilmkan untuk digunakan sebagai modul di seluruh dunia,” katanya.

Suswono menyatakan, KRPL merupakan terobosan dalam menghadapi perubahan iklim melalui pemanfaatan pekarangan dalam mendukung ketersediaan serta diversifikasi pangan.

Selain membantu dalam penyediaan pangan bagi warga, menurut Mentan, KRPL juga diakui menurunkan tingkat pengeluaran rumah tangga antara Rp200.000 hingga Rp500.000 per bulan.

“Diharapkan program ini juga meningkatkan konsumsi protein masyarakat Indonesia yang saat ini sangat rendah,” katanya.

Konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia saat ini baru sebesar 7,6 kilogram per kapita per tahun, sedangkan di negara-negara maju telah mencapai 40 hingga 50 kilogram per kapita per tahun.

Dengan peningkatan konsumsi protein serta penurunan konsumsi karbohidrat, menurut dia, maka diharapkan Pola Pangan Harapan (PPH) masyarakat Indonesia meningkat pula.

Saat ini, menurut Suswono, PPH masyarakat Indonesia baru sekitar 80 masih dibawah target nasional sebesar 93 dari indeks 100.

Terkait dengan hal itu, ia menyatakan, pada tahun depan jumlah KRPL akan ditingkatkan menjadi 5.000 desa dari saat ini yang masih satu desa untuk satu kabupaten. 

Guna mencapai target 5.000 desa tersebut, ia mengemukakan, diperlukan anggaran sekitar Rp200 miliar yang antara lain untuk bantuan bagi pengembangan kebun bibit desa senilai Rp50 juta per desa.

Menurut dia, dengan adanya kebun bibit desa tersebut, maka warga dapat memperoleh bibit tanaman secara cuma-cuma untuk selanjutnya dibudidayakan di pekarangan masing-masing.

Jika ketersediaan bibit dalam kebun bibit desa tersebut melebihi permintaan masyarakat sekitar, dikemukakannya, maka bisa dijual keluar, dan dengan demikian hasil penjualannya dapat dimanfaatkan untuk menjadikan kebun bibit tersebut lebih berkembang lagi.

Suswono juga mengemukakan tindak lanjut komitmen Indonesia terhadap Rencana Aksi Ketahanan Pangan yang dideklarasikan pada Pertemuan Tingkat Menteri Pertanian dalam forum kerja sama kawasan ekonomi Asia-Pasifik (APEC) di Nigata Jepang pada 2010.

Dikatakannya, upaya pencapaian ketahanan dan kemandirian pangan melalui diversifikasi pangan berbasis sumberdaya lokal diharapakn menjadi kontribusi penting dalam menjawab tantangan ketahanan pangan di Asia Pasifik dan mendukung suksesnya keketuaan Indonesia pada APEC 2013. (T.S025/A011)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2012

Sumber: http://www.antaranews.com/berita/334275/fao-minati-kawasan-rumah-pangan-lestari

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s