Optimisme di Kota Kecil

KOMPAS.com – Ada yang menarik dari pergerakan Garuda Indonesia, beberapa bulan terakhir. Salah satu penerbangan terbaik di dunia ini tidak lagi hanya menyinggahi kota-kota besar dan sedang, tetapi datang pula ke kota-kota lebih kecil. Langkah baru dilakukan karena Garuda ingin memberikan tambahan perhatian di jalur domestik dan bersiap dengan program ”lompatan kuantum”.

Untuk memenuhi lompatan baru ini, Garuda menggunakan pesawat berukuran lebih kecil, yakni pesawat Bombardier CRJ 1000. Pesawat jet buatan Kanada dengan kapasitas 96 penumpang ini termasuk istimewa. Ia ramping, relatif tidak berisik. Kota yang disinggahi di antaranya Manado, Gorontalo, Mamuju, Kendari, Ternate, Tarakan, Berau, Palu, Sorong, dan Manokwari.

Kehadiran pesawat ini akan mengurangi beban Jakarta dan daerah. Beberapa kota yang akan disinggahi tidak lagi menjadikan Jakarta sebagai titik pusat, tetapi sudah bisa terbang antardaerah. Pesawat ini diharapkan menjadi ”jembatan” antarkota kecil yang efektif.

Banyak hal bisa dilihat dari langkah ini. Di antaranya, Garuda enggan dikesankan sebagai maskapai ”untuk orang di kota besar dan sedang saja”. Ia ingin mendarat juga ke kota-kota kecil seperti Berau, Tarakan, dan Mamuju. Garuda pun hendak lebih menyiapkan armadanya menyambut liberalisasi angkutan udara dalam apa yang disebut ASEAN Open Sky. Rencana itu diharapkan efektif tahun 2015. Garuda diharapkan memimpin di depan. Bisa diduga apa yang akan terjadi kalau Garuda dan maskapai Indonesia lainnya tidak menyiapkan diri.

Hal lain yang menarik disimak, ada kesan Garuda juga gerah dengan gerak maju Lion Air yang kini menguasai 41 persen pangsa domestik. Garuda ”hanya” menguasai 23 persen. Setidaknya Garuda hendak bergerak maju dan meraih pangsa domestik lebih besar, yakni 30-35 persen. Maskapai yang acap menerima penghargaan ini agaknya tidak hanya mengejar kualitas produk, atau layanan kelas satu, tetapi juga jumlah penumpang yang diangkut. Maka, beberapa kota yang dahulu tidak dilirik, seperti Mamuju (Sulawesi Barat) dan Berau (Kalimantan Timur), kini dilirik.

Vice President Eastern Indonesia Region Garuda Indonesia Rosyinah, pekan lalu, menyatakan, pesawat CRJ 1000 ini memberikan asa dan ruang gerak baru. Kursi pesawat yang terisi rata-rata lebih dari 80 persen. Menurut Rosyinah, brand Garuda yang kuat, serta naiknya jumlah warga Indonesia yang berpendapatan menengah, membuat pesawat jet CRJ 1000 menjadi salah satu pilihan warga.

Alangkah idealnya kalau Garuda, juga maskapai lain, melakukan ekspansi jauh lebih dalam sekaligus menghidupkan optimisme lebih besar di kalangan warga di kota-kota kecil. Warga di pelbagai kota kecil merasa mempunyai tanah air yang sama dengan warga di kota-kota besar. Mereka kerap melontarkan pertanyaan, mengapa warga di kota-kota besar terkesan lebih dilayani dibandingkan dengan warga di kota kecil.

Pelayanan hingga ke kota kecil membuat pergerakan dan pertumbuhan ekonomi otomatis akan lebih bergairah dan lebih cepat. Penggunaan waktu pun jauh lebih efisien. (Abun Sanda)

Sumber: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/02/18/10131531/Optimisme.di.Kota.Kecil

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s